REHABILITASI HUTAN

Aktivitas tambang timah di Pulau Belitung yang merambah ke kawasan hutan mangrove dan hutan pantai menyebabkan hilangnya kawasan hutan tersebut. Tidak hanya hilangnya kawasan hutan mangrove dan hutan pantai namun juga hilangnya keanekaragaman hayati dan meningkatkan kerentanan penduduk pantai. Salah satu lokasi yang menjadi dampak dan tempat pertambangan timah adalah Desa Juru Seberang. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak dari aktivitas tambang timah di Desa Juru Seberang yaitu merehabilitasi hutan mangrove dan memanfaatkan lahan bekas tambang yang ada. Strategi rehabilitasi pada kawasan Hutan Kemasyarakatan Desa Juru Sebrang yaitu membentuk kawasan BMP sebagai taman taman wisata mangrove yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai destinasi ekowisata, pendidikan, sumber matapencaharian (pelaku wisata dan budidaya) dan sekuestrasi karbon di masa depan.


Sebanyak 15.000 bibit hutan lokal yang ditanam dengan jarak tanam 1 x 1 m hingga total luas lahan yang ditanami sebanyak 1,5 Ha. Tumbuhan yang dipilih adalah tumbuhan yang cepat membangun ekosistem sehingga dapat segera menjadi habitat berbagai makhluk hidup lainnya. Jenis-jenis yang ditanam meliputi Rhizopora apiculate, R. mucronate, Bruguiera gymnorrhiza, Nypa fruticans, dan Terminalia cattappa. Lokasi penanaman didasari oleh model stok karbon yang telah dibuat sebelumnya. Daerah yang ditanami adalah daerah dengan stok karbon rendah. Untuk tahun pertama, 1,5 ha bibit akan menghasilkan 3 ton CO2 dengan asumsi 2 ton CO2 per hektar.